Senin, 03 Desember 2018

Baca




Apa yang paling berharga dari hidup? 
Teman-teman yang hidup dalam kecukupan boleh jadi memilih harta. Sementara yang lain mungkin memilih keluarga, pekerjaan, hingga cinta.

Bisa saja kita memilih semua. Mengambil jarak terdekat dengan hal-hal yang semua orang menyukai kenyamanan itu.Tapi, pelan-pelan kita temukan ada orang-orang yang memilih meninggalkan itu semua. Berjarak dari materialisme, menghindari ruang-ruang gemerlap, dan menolak hedonis. Lalu memilih jalan hidup ala kadarnya. Sederhana. Ada satu ungkapan orang madura yang menafsirkan kesederhanaan itu. "kar-kar colpek". Mencari sekarang, dimakan sekarang. Besok cari lagi.

Di sela lipatan itu, ada orang yang masih menjaga dirinya dengan membaca. Membaca apa saja. Koran, bungkusan jajan, potongan kertas pelajaran, kertas iklan hingga membaca hidup.

Seperti kakek ini. Menjaga laku membaca hingga hari tua. Hari di mana tak cukup waktu lagi untuknya membuat satu perubahan sosial. Kecuali perubahan di kedalaman hatinya sendiri.

Apa kabar laku membaca kaum muda? 

*) ditulis pertama kali di dinding facebook Komunitas Literasi Sumberanyar, 8 November 2018.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar