I
Dari setetes air hina
Tumbuhlah tubuh-tubuh malang itu
Menjadi makhluk yang dimuliakan
Menuju alam yang memberinya pilihan
II
Terlempar dikejauhan alur cerita yang tak dimengerti
Diantara peran harapan dan duka
Silih berganti hadir dan pergi
Memutar repetisi
III
Bertemu tawa
Bertemu luka
Berjumpa cinta
Berjumpa nestapa
IV
Dia tetaplah partikel yang satu
Dari tubuh Tuhan yang terpisah
Turun ke alam singgah
Lalu menggapai garis nasib masing-masing
V
Sebagai khalifah yang menghambakan
Yang lahir atas kata yang dijanjikan
Dialah bukti atas ke-Maha-an
Juga saksi atas ke-Esa-an
VI
Pada akhirnya, ada jalan yang harus terhenti
Ketika semuanya telah layu dan merapuh
Tubuh yang tak lagi sama
Kembali menuju langit dengan cara masing-masing
(Jember)
Rabu, 08 Mei 2013
Senin, 06 Mei 2013
Terjaga
Pada mata yang memberiku kemenangan
Aku bangkit, memisahkan diri dari ruang kematian
Pergi ke ruang bebas, menemui malam
Ku bawa tiap tapak ke muka
Melewati ruang-ruang yang telah lelah
Kutemui diri malam yang sunyi
Lalu, ku sapa
Mengapa kau masih begitu mesra?
Tak datangkah Kasihmu?
Begitu bisu
Di bumi dan langit yang memberimu ruang bertahan
Kau menunggu, Kasihmu kan datang
Menemui mu yang setia padaNya
Aku masih terjaga
Dan kau juga
(Jember)
Aku bangkit, memisahkan diri dari ruang kematian
Pergi ke ruang bebas, menemui malam
Ku bawa tiap tapak ke muka
Melewati ruang-ruang yang telah lelah
Kutemui diri malam yang sunyi
Lalu, ku sapa
Mengapa kau masih begitu mesra?
Tak datangkah Kasihmu?
Begitu bisu
Di bumi dan langit yang memberimu ruang bertahan
Kau menunggu, Kasihmu kan datang
Menemui mu yang setia padaNya
Aku masih terjaga
Dan kau juga
(Jember)
Langganan:
Postingan (Atom)