Bilamana kelak angin membawamu jauh dari mata dan pandanganku
Aku ingin kita memahat rindu pada tiap-tiap awan yang melintas diatas rupa bumi
Lalu mereka bersaksi tentang suara dan penyatuan hati diantara kita masing-masing
Dan membawanya pada satu tempat dimana kita akan dipertemukan lagi
Sayang
Bilamana kelak kita benar-benar dipertemukan
Aku tak mau lagi kepergian dan kehilangan menjadi sebuah repetisi
Karena kau tahu kan (?)
Sepi adalah tamu yang menyiksa bagi manusia sepertiku
Kau tak mau kan, sayang (?)
Kau tak mau kan (?)
Sayang
Namun apalah upaya jika hidup juga menyertakan takdir
Yang memaksa kita juga harus percaya
Cinta tak akan lebih dari garisnya
Sayang
Aku pasrahkan nasibku padamu, pada janji yang sempat terucap dan juga pada-Nya
(Jember-Banyuwangi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar