Memang tak ada yang janggal ketika laki-laki
memasak. Namun, apabila memasak dijadikan sebagai pekerjaan laki-laki, hal itu
terlihat unik. Sebut saja menjadi seorang juru masak atau familiar dengan
sebutan Chef, yang notabene dibutuhkan keahlian khusus dalam
urusan masak-memasak.
Bagi
kita mahasiswa (khususnya laki-laki) memilih bekerja sebagai Chef tidaklah
masalah. Asal punya minat dan
benar-benar berniat menekuninya. Karena ada tujuan mulia dalam bekerja,
yaitu meringankan beban tanggungan orang
tua terhadap kita, dan juga menantang kita untuk bersikap profesional.
Namun sebagai mahasiswa, kuliah
adalah tetap yang utama. Tetapi menambah pengalaman dibidang nonakademik juga perlu. Bukankah
pengalaman adalah guru yang paling baik?
*) Tulisan tersebut dimuat di Koran KOMPAS pada rubrik Argumentasi, Selasa, 7 Mei 2013.
![]() |
Foto: diambil dari status Dieqy H Widhana tanggal 7 Mei 2013 di Grup Facebook; Fakultas Ideas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar